Negosiasi Kopensasi PT SAR Belum Capai Kesepakatan

Lingga – Sosialisasi Negosiasi kopensasi PT Suprime Alam Resorces ( SAR ) perusahaan penambangan timah laut bersama masyarakat desa posek kecamatan kepulauan posek kabupaten lingga belum mencapai kesepakatan, walaupun pihak perusahan sudah berulang kali melakukan pertemuan dengan masyarakat desa.
 
Hal itu terbukti, saat PT SAR yang didampingi staf ESDM dan BLH provinsi kepri  kembali melakukan sosialisasi bersama masyarat pada rabu (15/5/2019) kemarin berlangsung di ruang pertemuan kantor desa posek.
 
Sayangnya pertemuan yang digelar ini hanya di hadiri satu dusun Saja, yakni Dusun satu posek saja sedangkan masyarakat dusun dua teloh nipah dan dusun Tiga Bangsal enggan menghadirinya dengan alasan percuma saja hadir kalau keinginan masyarakat terhadap perusahaan tak terpenuhi.
 
Sebelumnya Kehadiran perusahaan tambang timah laut ini sempat di tolak warga, mengingat ijin oprasional yang di kantongi perusahaan ini masuk dalam wilayah arial tangkap nelayan, ungkap Junan salah seorang tokoh masyarakat dan mantan RT desa setempat.
 
” Menolak perusahaan ini hanya sia-sia saja, sebab mereka mengantongi ijin, dan batas operasinya mulai 4 mill dari bibir pantai dengan ijin wilayah administrasi operasional 14 ribu Ha ” kata Junan 
 
Kami sangat prihatin, dengan ijin yang di berikan ini, Kami para nelayan mencari makan di laut ini, saya berpikir kedepan, serta bagaimana dampak yang akan ditimbulkan bekas tambang, serta bagaimana nasip nelayan di kawasan ini nanti kedepannya, apakah mereka juga berpikir, kalau perusahaan memulainya dari laut  batu putih hingga laut alang tiga sana, sedangkan tempat mencari makan disitu, dari hari ke hari, bulan kebulan, tahun berganti tahun, 
 
Tidak hanya nelayan desa posek ini saja yang mencari nafkah di laut di sekitar sini, ada banyak nelayan lainnya, seperti nelayan Desa Sungai buluh, desa penuba, tanjung dua, tanjung lipat, pulau serak dan nelayan dari alang tiga, semua mencari makan di disini, Ujar Junan.
 
Tidak ada jalan lain untuk mencegah, silahkan saja PT SAR beroperasi asalkan mau saling bernegosiasi menerima usulan dari masyarakat seberapa besar kopensasi yang diminta masyarakat dua dusun tersebut, seperti yang di usulkan pada saat ini
 
 ” kopensasi 50 juta rupiah perkepala keluarga dan setiap bulannya lagi perusahaan membayar 5 juta rupiah per kepala keluarga” tegas Junan 
 
” itu di bayar lunas tidak boleh hutang,” tambahnya lagi
 
Menyinggung soal batas operasi yang juga di keluhkan warga, Kasi verifikasi dan pemantauan perizinan Dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu Provinsi Kepulauan Riau, Rocky Hartono MN, dikonfirmasi media ini masih ditempat yang sama dikatakannya, tidak mungkin nelayan melaut hingga mencapai batas 4 mill, kecuali dengan kapal kapal tangkap yang besar, tutup dianya ( juhari)
 
 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply